20 Mei 2008
20 mei 2008, adalah hari kebangkitan nasional, tepat 100 tahun Indonesia mengawali era kebangkitan nasional, Tak seperti biasanya hari ini juga merupakan hari waisak dimana sidharta gautama mendapatkan wahyu, walaupun aku kurang mengerti arti waisak hehehe, bagi umat budha. Tapi menurutku ajaran budha juga baik , mereka mendidik mausia ke jalan kebaikan.But Islam Is The Best Choice
Hari ini hari selasa tanggal merah pula, biasanya kalau tanggalnya merah aku pulang Kampung. Namun karena harinya kecepit aku tidak pulang Kampung. Job sampinganku megurus sawah sudah aku selesaikan hari sabtu kemarin.Mungkin kedengarannya aneh ya, seorang sarjana komputer masih pulang Kampung ngurus sawah, maklum aku sendiri anak laki laki terakhir dari 4 bersaudara, 3 orang kakakku sudah menikah semua. Aku maklum dengan kesibukan mereka semua, mengurus anak-anak dan mengabdi pada Negara.So aku sebagai anak laki laki tunggal harus megambil peran dalm memanage salah satu tumpuan ekonomi keluarga yaitu sektor pertanian. Aku kuliah dulu dibiayai dari sawah maklum anak petani, So aku harus mempertahankan dan mengembangkannya. Meskipun kadang orang meremehkan profesi ini. Jumat sore jam 3, sebuah sms datang menanyakan kepastian kepulanganku ke desa, lalu kujwab bahwa sore itu pulang. Pulang jam 4, ijin ke temen temen IT. Sepeda motor Honda primaku kutaruh di kos, pulang naik kereta api tercinta KRDn (kereta rakyat desa), dengan tiket seharga 2000 rupiah sudah nyampek kertosono, padahal jika naik bus sudah habis 15.000.Banyak kelebihan naik kereta dibanding dengan bus, satu lebih murah, bisa beli jajan, tidak mabuk. Cuma kadang telat hehehe. Tapi kunikmati itu semua. Sambil hunting cewek cewek yang naik kereta.tapi kayaknya nggak ada yang nyantol, karena semua cewek yang nggak kenal aku sebelumnya pasti menganggapku sudah menikah dan punya anak.Mungkin Allah memiliki skenario lain dengan wajahku yang lebih tua dari umurnya ( hehehehhe) sekaligus memiliki dahi indah yang mirip professor( heheheh).Aku bersyukur dengan hal itu karena setiap yang Allah ciptakan ada faedah dan manfaatnya.(jika kita bersyukur Allah akan menambahkan nikmatnya).
Jam 8 (3 jam perjalanan)malam tiba di stasiun kertosono, iparku sudah menjemputku.Hal pertama yang kutanyakan kepadanya apakah minggu ini ada hujan, ini berkaitan dengan padiku yang sudah erusia 12 hari dan saatnya pemupukan.Ternyata hujan tidak turun dalam minggu ini.Berarti siap siap menggunakan mesin diesel dalam musim tanam ini.Ditengah isu kenaikan harga BBM aku berharap semoga Allah memberikan yang terbaik. Karena jika aku mengeluuh dengan keadaan BBM akan tambah hilang rambut yang ada di kepalaku. Do’aku semoga hujan turun di daerahku, sehingga kalaupun harus menggunakan mesin diesel untuk mengairi sawah tidak terlalu berat.
Pulang ketemu bapak ibuk, kondisi mereka agak kurang sehat, karena lagi musim banyak penyakit flu dan batuk. Seperti biasa sambil makan malam, aku bercengkarama dengan ibuku membicarakan kondisi Negara( kayak negarawan aja), berita politik, harga BBM dana mcem macem, ya begitulah anak bungsu agak mbok-mboken. Semua keluarga sudah tidur. Tinggal aku saja, kunyalakan komputerku yang lama tidak menyala.kutancapkan flash disk dan aku buka foto yang ada di dalamnya, kudapatkan dari situs pertemanan( thanks friendster). Siapakah itu ?hehehe, dialah gadis ketiga pujaanku. Yang pertama temanku SMA, yang kedua temanku k….h,dan ini yang ketiga. Mungkin aku bagaikan pungguk merindukan bulan, gadis yang cantik, pintar cerdas. Dalam hati hanya mengungkapkan seandainya dan seandainya.Amat berat untuk mengungkapkan perasaan cinta ini. Aku hanya berharap kepada Allah semoga jika ia jodohku, Allah akan memberikan jalan. Hanya harapan dan harapan. Kayak lagunya dewa,munajat cinta……(Tuhan kirimkanlah aku kekasih yang baik hati yang mencintai aku apa adanya….)
Kubangunkan ibuku perlahan, buk lihatlah ini cewek yang aku taksir. Ibuku tersenyum, lha deweke opo gelem karo awakmu ? sebuah pertanyaan yang tak bisa kujawab. Aku hanya tersenyum saja. Ibuk hanya bilang ya kalau dia mau, kalau nggak mau ya udah mungkin bukan jodohku. Dalam hati berharap semoga Allah membukakan hatinya untuk mau mencintaiku, “Jika ia memang jodohku berikanlah kami petunjuk untuk menjadi jodohnya, jika ia bukan jodohku pertemukanlah kami dengan jodoh masing masing”.Salah satu doa yang kupanjatkan setiap habis tahajjud.
Kumatikan computer, lalu tidur dan berharap ia mengatakan cintanya kepadaku meskipun dalam mimpi ( ceileee…).
Jam setengah 4 aku bangun untuk sholat isya’ sekaligus tahujjud dan istihkoroh. Habis itu tidur sejenak, tak terasa sudah jam setengah lima pagi.Aku sholat shubuh, lalu menyiapkan mesin diesel 6,5 PK/HP (Horse Power). Kupasang roda, kuturunkan bersama bapak ke halaman. Lalu kuturunkan pula ke halaman, motor kesayanganku yang setia mendampingkiku sejak SMA Vespa PX exclusive 2, karena suratnya mati so agenda resmuinya hanya digunakan ke sawah. Dengan ukuran mesin 150 cc , kekuatanyya tak diragukan untuk menarik mesin diesel ke sawah. Karena hari itu agenda kegiatan memupuk 0,8 hektar sawah aku harus membawa 2, 5 kuintal pupuk yang sudah dicampur sebelumnya(Phonska & Urea).Wah untung yang aku kerjakan hanya 1 hektar sawah, seandainya 2 hektar sawah lain yang aku sewakan kugarap sendiri, mungkin aku bisa tidak pulang ke Surabaya Kusiapkan Isuzu Pantherku kupanasi selama 5 menit kuturunkan ke halaman.Semua peralatan dan pupuk kumasukkan ke dalam bak pickup.kakakku membawa mesin diesel aku membawa pupuk.
Jalanan masih sepi, orang orang masih tidur. Kujalankan mobil pelan pelan.
Tiba di sawah, mesin diesel diinstalasi kurang lebih 15 menit, kunyalakan dalam waktu 3 menit air sudah mulai keluar. Kupasang selang plastik untuk mengarahkan aliran air. Kakak iparku aku minta segera pulang , karena jam setengah tujuh pagi ia harus mengabdi pada negara. Berbeda dengan pegawai swasta seperti aku, hari sabtu pegawai negeri harus masuk.Pukul 6 pagi 5 orang timku( aku tidak menyebut mereka buruh tani, karena menurutku mereka adalah rekan kerja yang harus kita hormati) sudah datang dua laki laki dan 3 perempuan. Mereka melakukan pemupukan padi, setiap batang padi diberi pupuk, cara ini dilakukan untuk mencegah rumput tumbuh. Berbeda dengan cara pemupukan yang disebar, rumput bisa tumbuh dimana –mana. Ayahku datang menunggui mesin diesel kalau terjadi problem , sekaligus mengatur aliran air supaya merata.Kenapa sih harus dialiri air, karena pupuk yang ada di dekat tanaman harus mencair, jika tidak dikasih air padinya akan mati karena mengalami dehidrasi.Kutinggalakan sementara untuk mengambil sarapan pagi dan membeli solar. Setelah sarapan kuantarkan aku pulang dan membeli solar untuk mesin diesel, namun sebelumnya aku berpesan pada timku, jika nanti pupuknya kurang akan kubelikan. Begitu tiba di SPBU, tertulis di sana tidak melayani pembelian dengan jerigen, wah wah wah, BBM mau naik aja, konsumsi dibatasi.jerigen kecil 5 literan sudah aku bawa. Tapi alhamdulilah mereka mau melayani pembelian. Aku mampir ke warung kopi langgananku untuk memesan gethuk (makanan khas jawa yang terbuat dari ketela) untuk makan siang mereka. Mungkin agak berbeda dengan biasanya karena biasanya makan siang dengan nasi. Timku minta seperti itu, karena sistem pembayaran saat itu berdasarkan luas areal pertanian, bukan berdasarkan imasih ada job lagi yaitu memberi minum sapi –sapi.habis itu aku membantu ibu memasak di dapur. Memasak adalah hobiku sejak kecil.Jam 10.30 aku ke sawah lagi membawa gethuk pesenan dan teh untuk makan siang mereka. Setibanya di sawah kuminta ayah pulang dan aku menggantikan mengatur air. Sembari istirahat, aku bercanda dengan timku. Suasana seperti ini harus dibangun agar suasana guyub dan kekompakan ada dalam tim. Tak terasa jam 12 pupuk habis, aku pulang lagi ke rumah ambil uang dan beli pupuk lagi. Jam12.45 pekerjaan memupuk selesai. Tinggal menunggu mesin diesel yang belum selesai mengairi sawah. Aku tunggu di bawah pohon mangga. Tidur Deh……
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment
Ir. Wahyudin Munawir
Fraksi-PKS Online: Harga minyak dunia yang melambung, sudah lama diprediksi. Logikanya, minyak bumi (fossil fuel) adalah bahan bakar yang tak dapat diperbarui. Cepat atau lambat, minyak dunia akan habis. Saat ini, harga minyak memang sedang booming karena kebutuhan negara-negara industri baru seperti India dan Cina sangat tinggi.
Oleh : Wahyudin Munawir
Anggota Komisi VII DPR RI, Alumnus ITB
Harga minyak dunia yang melambung, sudah lama diprediksi. Logikanya, minyak bumi (fossil fuel) adalah bahan bakar yang tak dapat diperbarui. Cepat atau lambat, minyak dunia akan habis. Saat ini, harga minyak memang sedang booming karena kebutuhan negara-negara industri baru seperti India dan Cina sangat tinggi.
Ke depan, jika negara-negara di dunia tak segera mengantisipasi kelangkaan fossil fuel, harga minyak akan naik tinggi sekali. Tapi sebaliknya, jika negara-negara di dunia menyiapkan antisipasinya sejak sekarang, niscaya harga minyak tak akan naik lagi, bahkan bisa turun. Mengapa? Karena dunia nantinya bisa mencari pengganti minyak fosil yang aman, murah, dan mudah diproduksi oleh siapa pun. Saat ini, industri minyak hanya dipegang oleh para pemodal besar.
Biofuel dari Sukabumi
Majalah Trubus edisi November 2007 memaparkan ‘kebun-kebun penghasil bensin di Pulau Jawa’. Di wilayah Sukabumi, misalnya, ternyata sudah muncul industri rumahan biofuel yang sederhana. Pak Soekani dari kampung Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, salah seorang warga yang memproduksi ‘bensin’ itu. Tiap bulan dia berhasil mengolah singkong menjadi etanol (alkohol) 95 persen sebanyak 2.100 liter.
Dari jumlah itu, 300 liter dijual ke pengecer premium, dan 800 liter lainnya dijual ke industri kimia. Harga per liter etanol itu, Rp 10 ribu. Tiap liter etanol dibuat dari 6,5 kg singkong. Harga produksi etanol per liter Rp 3.400-Rp 4.000. Dari bisnis ‘energi’ yang berasal dari singkong itu, Pak Soekani mendapatkan omzet 21 juta per bulan. Langkah Pak Soekani itu, kini mulai banyak diikuti penduduk desa lainnya.
Mungkin anda bertanya, mengapa pengecer premium mau membeli etanol made in Pak Soekani seharga Rp 10 ribu per liter? Ternyata, pasar itu tercipta dari pengalaman tukang ojek di Cicurug. Premium yang dicampur 5-10 persen alkohol, angka oktannya naik. Kendaraan makin bertenaga dan bahan bakarnya makin hemat 20-30 persen. Belakangan, di Sukabumi juga sudah ada orang yang membuat kompor berbahan bakar alkohol. Kompor jenis ini, konon, lebih irit.
Kisah Pak Soekani menggambarkan bahwa bisnis biofuel tidak seperi fossil fuel (dalam hal ini BBM), bisa dilakukan siapa saja, bahkan dengan skala rumahan dan kaki lima. Karena itu, ke depan, jika pemerintah dan masyarakat ramai-ramai mengembangkan biofuel, niscaya kesejahteraan di Indonesia akan makin merata. Tak hanya itu, lahan-lahan kosong pun akan menghijau.
Memang ada kekhawatiran bahwa kebun-kebun biofuel itu akan merusak lingkungan dan keanekaragaman jenis di Indonesia. Namun jika sejak awal pemerintah membuat peta pengembangan industri biofuel secara nasional, niscaya kekhawatiran tersebut bisa direduksi. Ini karena pada peta tersebut akan ditunjukkan daerah-daerah yang pas untuk mengembangkan biofuel jenis tertentu.
Peluang bisnis biofuel di dunia sangat besar. Berdasarkan laporan Clean Edge seperti dikutip buku The Clean Tech Revolution (2007) karya Ron Pernick dan Clint Wilder, pasar biofuel di dunia tahun 2006 mencapai 20,5 miliar dolar AS (untuk etanol dan biodisel). Nilai pasar itu akan meningkat empat kali lipat pada tahun 2016. Di AS, etanol dicampur dengan gasoline (premium) dengan kadar campuran 2-85 persen. Di Brazil, sudah diproduksi mesin-mesin yang bisa memakai etanol seluruhnya (100 persen). Namun demikian, kondisi pasar etanol di Brazil sangat fleksibel. Jika harga BBM tinggi sekali, maka campuran etanol pada premium diperbesar, dan sebaliknya.
Tahun 2006, produksi etanol di dunia mencapai 12 miliar galon. Di AS, campuran premium dan 10 persen etanol (E-10) dipakai mobil-mobil tanpa modifikasi mesin. Sedangkan untuk campuran 85 persen etanol (E-85), mesinnya dimodifikasi dengan flex-fuel vehicle (FFVs). Jika produksi etanol di dunia makin besar dan kendaraan di dunia sudah pro-biofuel, niscaya semua kendaraan di muka bumi akan memakainya. Jika sudah demikian, ‘emas hitam’ yang berasal dari kilang-kilang minyak di Timur Tengah akan bergeser ke ‘emas hijau’ yang berasal dari kebun-kebun minyak di daerah tropis seperti Asia dan Amerika Latin.
Pemerataan ekonomi
Setiap ada ancaman, pasti ada peluang. Harga minyak yang mahal jangan hanya dilihat sebagai ancaman, melainkan juga peluang. Peluang ini bisa menyadarkan seluruh komponen masyarakat Indonesia bahwa ketergantungan pada BBM adalah sangat berbahaya dan kita punya kesempatan besar untuk mengkonversi BBM ke biofuel. Tanah Indonesia yang subur merupakan aset untuk membangun kemandirian sumber energi terbarukan. AS dan Eropa juga Jepang dan Cina saat ini tengah bahu membahu mengganti ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Pemerintah Indonesia juga sudah seharusnya berpikir jauh ke sana dan langsung mengimplementasikannya ke dalam sistem kerja yang terencana dan terpadu untuk menyongsong kemandirian energi ramah lingkungan ini. AS, misalnya, sudah mulai melaksanakan program untuk menyongsong program tahun 2017, di mana 20 persen bahan bakarnya berasal dari tanaman. Ini artinya, setiap hari di tahun 2017, AS akan membutuhkan lebih dari 8 juta barel biofue. Program ini jelas sangat raksasa dan AS sudah bertekad melaksanakannya.
Nah, bagaimana Indonesia? Pak Soekani di kampung Nyangkowek, Cicurug sudah memulainya. Hanya dengan singkong, Pak Soekani bisa memproduksi ‘bensin’ masa depan. Padahal singkong adalah tanaman yang amat akrab dengan masyarakat Indonesia. Singkong bisa ditanam di mana saja. Di kampung-kampung, singkong bisa ditanam di samping, depan, dan belakang rumah. Daunnya bisa dijadikan sayuran yang amat bergizi, sedang umbinya adalah bahan untuk membuat etanol yang baik.
Bila ditanam secara serius, dalam satu hektare dapat dihasilkan 100 ton, bahkan 150 ton singkong. Luar biasa bukan? Di masa depan, anak singkong bukan lagi menjadi hinaan, sebaliknya akan jadi pujaan. Ini karena singkong, bukan sekadar makanan sehat yang antidiabet, tapi juga penyelamat krisis energi nasional di masa depan.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment
Bensin Dioplos Singkong
|
JAKARTA — “Saya akan bangga mengendarainya ke Istana,” kata Kusmayanto Kadiman, Menteri Negara Riset dan Teknologi, ketika mencoba mengendarai mobil Land Rover Discovery putih bernomor polisi 35 itu. “Ini satu-satunya mobil menteri yang memakai bahan bakar campuran bioetanol yang ramah lingkungan,” dia menambahkan. |
|
Benar saja, berdasarkan uji yang dilakukan Balai Termodinamika Motor dan Propulsi pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Serpong, Banten, mobil yang memakai bahan bakar gasohol (gasoline alcohol), sedikit menghasilkan emisi karbon monoksida dan total hidrokarbon ketimbang bensin premium. Bahkan gasohol yang dinamakan BE-10–karena campuran 90 persen bensin dan 10 persen bioetanol–itu lebih ramah lingkungan daripada pertamax produksi Pertamina. Pada Kamis (20/1) lalu, Gasohol BE-10 hasil penelitian tim peneliti di Balai Besar Teknologi Pati (B2TP) BPPT di Lampung diluncurkan secara resmi oleh Menteri Riset dan Teknologi di Jakarta. Hadir dalam acara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral serta Direktur Jenderal Kimia dan Elektronika Departemen Perindustrian. Mulai hari itu, 10 mobil kerja sama BPPT, General Motor, dan Honda Prospect Motor, melakukan sosialisasi penggunaan Gasohol BE-10. Mobil-mobil itu–termasuk mobil dinas menteri–ditempeli stiker: “Bahan bakar mobil ini Gasohol BE-10 10% bioetanol”. Penelitian bioetanol, menurut Bambang Triwiyono, Kepala Bidang Teknologi Diversifikasi pada B2TP, telah dimulai sejak 1983. Kala itu, produksi singkong di daerah-daerah transmigrasi, seperti di Lampung Tengah dan Tulang Bawang, sangat melimpah. Namun, tak ada pabrik yang mengolahnya menjadi produk jadi, misalnya tapioka. Karena itulah, B2TP mengembangkan riset bioetanol dari singkong tersebut. Riset ini sempat mati suri karena secara ekonomi kalah bersaing dengan bahan bakar minyak (BBM) yang harganya disubsidi. Namun, ketika harga minyak mentah melambung dan Indonesia menjadi negara pengimpor minyak bumi, riset bioetanol kembali marak. Bioetanol adalah etanol atau alkohol yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Etanol memiliki tiga jenis (grade) berdasarkan kadar alkoholnya. Jenis industrial jika kadar alkoholnya 90-94 persen. Jenis neutral jika berkadar 96-99,5 persen dan digunakan untuk minuman keras atau bahan baku farmasi. Jika kadarnya di atas 99,5-100 persen termasuk jenis bahan bakar. Saat ini B2TP memiliki pabrik pembuatan bioetanol skala pilot plant di Desa Sulusuban, Bandar Jaya, Lampung Tengah. Pabrik itu mampu mengolah 50 ton singkong menjadi 8.000 liter bioetanol per hari. Untuk memasok kebutuhan pabrik, B2TP masih mengandalkan kebun singkong milik sendiri yang luasnya 700 hektare. Menurut Bambang, karena bibit singkongnya varietas unggul, kebun itu menghasilkan 25-30 ton per hektare. Di daerah Lampung, rata-rata petani singkong menghasilkan 15 ton per hektare. Petani kurang produktif bertanam singkong karena harganya berfluktuasi, tergantung pada kebutuhan pabrik tapioka. Menurut Bambang, jika program Gasohol BE-10 ini berjalan dengan dukungan pemerintah dan rakyat, petani singkong dapat meningkatkan produksinya untuk mereka jual ke pabrik bioetanol. “Jika produktivitasnya di atas 30 ton per hektare, harga per kilonya dapat stabil Rp 200,” kata Bambang. Menurut analisis B2TP, di Indonesia bahan baku bioetanol yang paling layak adalah tebu dan singkong. Tebu mengandung kadar gula 20,5 persen. Sayangnya, Indonesia masih kekurangan produksi tebu untuk menghasilkan gula pasir. Pilihan bahan baku jadi jatuh pada singkong yang memiliki kadar pati 25-30 persen. Berdasarkan analisis perbandingan yang dibuat B2TP, 1.000 kilogram biomassa singkong dapat diubah menjadi 166,66 liter bioetanol. Sementara itu, 1.000 kilogram tetes (hasil sampingan gula pasir) dapat diubah menjadi 250 liter bioetanol. Proses pembuatan bioetanol, awalnya seperti produksi tapioka: singkong diparut menjadi bubur. “Jika pada tapioka dilakukan ekstraksi, pada bioetanol dilakukan proses hidrolisis,” kata Bambang. Hidrolisis adalah mengubah kandungan pati menjadi glukosa. Cairan gula itu lalu dimasukkan ke tangki fermentasi yang dilengkapi pendingin dan dicampur biakan mikroba. Hasil fermentasi itu adalah etanol berkadar 8-11 persen. Proses selanjutnya adalah distilasi untuk mendapatkan etanol 95-96 persen. “Etanol ini harus melalui proses dehidrasi untuk mengurangi kadar airnya yang 4-5 persen itu,” kata Bambang. Hasil akhir adalah bioetanol berkadar 99 persen. Pilot plant B2TP itu baru mampu memproduksi 50 liter bioetanol yang didehidrasi ini. Seiring waktu, pabrik itu akan ditingkatkan skala produksinya sehingga seluruh produksi etanol yang 8.000 liter dapat diubah menjadi bioetanol berjenis bahan bakar. Kalau sosialisasi Gasohol BE-10 berjalan seperti yang diharapkan BPPT, pada 2010, 10 persen konsumsi BBM dapat digantikan Gasohol BE-10. Tapi dibutuhkan kemauan politik pemerintah yang didukung rakyat melalui Dewan Perwakilan Rakyat. Dukungan pemerintah itu seperti dilakukan banyak pemerintah di dunia. Di Thailand misalnya, insentif pembebasan pajak perusahaan, bea masuk, dan pajak barang modal selama delapan tahun diberikan pada industri etanol. Sementara itu, Filipina membuat “Ethanol Bill” untuk menyukseskan kebijakan 60 persen kecukupan sendiri energinya sampai 2010. “Indonesia mungkin dengan peraturan pemerintah yang memberi pembebasan pajak bagi pengguna Gasohol BE-10,” Kusmayanto menjawab wartawan. Pembebasan pajak? Ya, karena mahalnya biaya produksi, satu saat nanti konsumen yang membeli BBM akan dikenai pajak. Etanol Etanol atau ethyl alcohol kadang disebut juga alkohol atau spiritus. Etanol digunakan dalam beragam industri seperti sebagai bahan baku industri turunan alkohol, campuran untuk minuman keras seperti sake atau gin, bahan baku farmasi dan kosmetika, dan campuran bahan bakar kendaraan, peningkat oktan, dan bensin alkohol (gasohol). Sampai saat ini konsumsi etanol dunia sekitar 63 persen untuk bahan bakar, terutama di Brasil, Amerika Utara, Kanada, Uni Eropa, dan Australia. Di Asia, konsumsi terbesar etanol adalah untuk minuman keras. Jepang dan Korea Selatan adalah konsumen etanol terbesar untuk industri ini. Di Indonesia, produksi etanol pada 2002 mencapai 174 ribu kiloliter. Ada enam produsen terbesar etanol Indonesia: Indo Acidatama (46,2 ribu kl), Indo Lampung Distellery (39,6 ribu kl), Molindo Raya Industrial (39,6 ribu kl), Aneka Kimia Nusantara (14,85 ribu kl), PG Rajawali II (10,5 ribu kl), dan Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara XI (7,2 ribu kl). Fungsi etanol sebagai campuran bahan bakar kendaraan memiliki prospek bagus karena makin tingginya harga minyak mentah. Etanol ini berfungsi sebagai penambah volume BBM, sebagai peningkat angka oktan, dan sebagai sumber oksigen untuk pembakaran yang lebih bersih pengganti (methyl tertiary-butyl ether/MTBE). Karena etanol mengandung 35 persen oksigen, ia dapat meningkatkan efisiensi pembakaran. Etanol juga ramah lingkungan karena emisi gas buangnya rendah kadar karbon monoksida, nitrogen oksida, dan gas-gas rumah kaca yang menjadi polutan. Etanol juga mudah terurai dan aman karena tak mencemari air.dody hidayat sumber : tempo.co.id |
Filed under: Uncategorized | 1 Comment
Biogasoline
| B e n s i n R a m a h L i n g k u n g a n
Dengan semakin berkurangnya sumber minyak mentah, pengembangan dan penggunaan bahan bakar alternatif dari sumber daya alam terbarukan menjadi salah satu pilihan yang diharapkan dapat memenuhi permintaan kebutuhan bahan bakar yang semakin meningkat. Di samping itu, pemakaian bahan bakar alternatif dari sumber daya alam terbarukan juga memberikan berbagai dampak positif, antara lain emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan (terutama mengurangi gas rumah kaca), serta potensi untuk pengembangan industri pertanian. Salah satu jenis bahan bakar alternatif dari sumber daya alam yang terbarukan yang saat ini banyak dipakai adalah biodiesel. Setelah pengembangan biodiesel, pengembangan bahan bakar alternatif juga diarahkan untuk membuat biogasoline, dengan komponen campurannya menggunakan bioetanol. Artikel ini membahas mengenai biogasoline dan penggunaannya sebagai pengganti gasoline dari minyak bumi. Etanol dan Bioetanol Etanolatau etil alcohol (lebih dikenal sebagai “alkohol”, lambang kimia C2H5OH) adalah cairan tak berwarna dengan karakteristik antara lain mudah terbakar, larut dalam air, biodegradable, tidak karsinogenik, dan jika terjadi pencemaran tidak memberikan dampak lingkungan yang signifikan. Penggunaan etanol sebagai bahan bakar bernilai oktan tinggi atau aditif peningkat bilangan oktan pada bahan bakar sebenarnya sudah dilakukan sejak abad 19. Mula-mula etanol digunakan untuk bahan bakar lampu pada masa sebelum perang saudara di Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1860 Nikolaus Otto menggunakan bahan bakar etanol dalam mengembangkan mesin kendaraan dengan siklus Otto. Mobil Model T karya Henry Ford yang diluncurkan pada tahun 1908 dirancang untuk menggunakan bahan bakar etanol atau gasoline. Namun karena harganya yang sangat tinggi, etanol kalah bersaing dengan bahan bakar yang terbuat dari minyak bumi. Harga minyak bumi yang membumbung belakangan ini membuat orang kembali mempertimbangkan etanol untuk dijadikan bahan bakar kendaraan. Terdapat beberapa cara penggunaan etanol untuk campuran gasoline sebagai berikut : • Hydrous ethanol(95% volume), yaitu etanol yang mengandung sedikit air. Campuran ini digunakan langsung sebagai pengganti gasoline pada kendaraan dengan mesin yang sudah dimodifikasi. • Anhydrous ethanol(atau dehydrated ethanol), yaitu etanol bebas air dan paling tidak memiliki kemurnian 99%. Etanol ini dapat dicampur dengan gasoline konvensional dengan kadar antara 5-85%. Pada gasoline dengan campuran etanol antara 5-10%, bahan bakar ini dapat langsung digunakan pada mesin kendaraan tanpa perlu ada modifikasi. Campuran yang umum digunakan adalah 10% etanol dan 90% gasoline (dikenal dengan nama E10). Campuran etanol dengan kadar lebih tinggi (kadar bioetanol 85% atau dikenal dengan nama E85) hanya bisa digunakan pada mesin kendaraan yang sudah dimodifikasi, yang dikenal dengan nama flexible fuel vehicle. Modifikasi umumnya dilakukan pada tangki BBM kendaraan dan sistem injeksi BBM. • Etanol juga digunakan sebagai bahan baku ETBE (ethyl-tertiary-butyl-ether), aditif gasoline konvensional. Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dari bahan baku berupa biomassa seperti jagung, singkong, sorghum, kentang, gandum, tebu, bit, dan juga limbah biomassa seperti tongkol jagung, limbah jerami, dan limbah sayuran lainnya. Bioetanol diproduksi dengan teknologi biokimia, melalui proses fermentasi bahan baku, kemudian etanol yang diproduksi dipisahkan dengan air dengan proses distilasi dan dehidrasi. Penggunaan bioetanol sebagai campuran biogasoline memiliki keunggulan sebagai berikut : • meningkatkan bilangan oktan (dapat menggantikan TEL sebagai aditif, sehingga mengurangi emisi logam berat timbal) • menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna (mengurangi emisi karbon monoksida) • mengurangi emisi gas buang karbon dioksida (penelitian menunjukkan pengurangan hingga 40-80%), dan senyawa sulfur (mengurangi hujan asam) Produksi Bioetanol Bioetanol diproduksi dari biomassa dengan proses hidrolisis dan fermentasi gula. Biomassa mengandung polimer karbohidrat berupa cellulose, hemi-cellulose, dan lignin. Untuk memproduksi gula dari biomassa, biomassa diolah menggunakan asam dan enzim. Cellulose dan hemi-cellulose terhidrolisa menjadi sukrosa, kemudian difermentasi menjadi etanol. Fermentasi gula menjadi etanol dilakukan dengan menambah ragi (yeast). Ragi mengandung enzim invertase, yang bertindak sebagai katalis untuk mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa (C6H12O6). Fruktosa dan glukosa kemudian bereaksi dengan enzim zymase yang mengubah fruktosa dan glukosa menjadi etanol dan karbon dioksida. Proses fermentasi berlangsung selama 3 hari dan berlangsung pada temperature 250-300∞C. Etanol yang dihasilkan dari proses fermentasi kemudian dipisahkan dari air menggunakan proses distilasi. Untuk menghasilkan 1000 liter bioetanol, untuk setiap jenis biomassa diperlukan bahan baku sebagai berikut : - Jagung 2300 kg - Gandum 2800 kg - Bit gula 10000 kg - Tebu 13000 kg Pada umumnya pabrik bioetanol menggunakan satu jenis bahan baku. Kombinasi beberapa bahan baku dimungkinkan, namun perlu mempertimbangkan biaya investasi peralatan yang lebih tinggi. Pemakaian Biogasoline Biogasoline sudah dijual secara luas di Amerika Serikat, dikenal dengan nama gasohol. Campuran yang digunakan adalah 10% bioetanol (dari bahan baku jagung) dan 90% gasoline. Di Brazil, bioetanol untuk campuran gasoline dibuat dari bahan baku tebu, dan digunakan dalam kadar 10%. Di Finlandia, biogasoline yang digunakan memiliki kadar bioetanol 5% dan memiliki angka oktan 98. Untuk wilayah Asia, di Jepang, sejak tahun 2005 sudah mulai digunakan gasoline dengan campuran 3% bioetanol, dan diharapkan pada tahun 2012 seluruh gasoline yang dijual di Jepang sudah menggunakan biogasoline. Sedangkan di Asia Tenggara, sejak awal tahun 2006 di Thailand telah dijual gasohol 95, dan direncanakan pada tahun 2012 seluruh gasoline yang dijual di Thailand telah diganti dengan biogasoline. Bagaimana dengan Indonesia? Bulan Agustus 2006, Pertamina telah meluncurkan produk BioPremium, namun masih terbatas di SPBU Jl. Mayjen M. Wiyono, Malang. BioPremium yang dijual dibuat dari campuran BBM Premium dan 5% bioetanol. Bioetanol untuk campuran BioPremium diproduksi oleh PT Molindo Raya Industrial (MRI) di Lawang dengan bahan baku tetes tebu. Sejak diluncurkan, respon masyarakat cukup baik, dengan meningkatnya omzet penjualan. Sedangkan di Jakarta, sejak Desember 2006 kita sudah bisa melihat BioPertamax di beberapa SPBU, antara lain di SPBU di Jl. Tentara Pelajar, Senayan. Pengembangan selanjutnya adalah ke wilayah Jawa Barat, di mana Pertamina merencanakan akan meluncurkan BioPremium di Bandung mulai tahun 2007. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, direncanakan akan didirikan pabrik etanol berkapasitas 200 juta liter etanol per tahun oleh LBL Network Ltd. dari Korea Selatan bekerja sama dengan PT Mitra Sae Internasional di Kuningan, dengan bahan dasar ubi kayu spesies manihot esculanta trans.w |
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment
Metode ini hanya berlaku bagi etanol. Alkohol selain etanol tidak bisa dibuat dengan cara ini.
Proses
Bahan baku untuk proses ini sangat bervariasi, tapi biasanya adalah beberapa bentuk material tanaman yang mengandung pati (starch) seperti jagung, gandum, beras atau kentang.
Pati (Starch) merupakan sebuah karbohidrat kompleks, dan karbohidrat yang lain juga bisa digunakan – misalnya, sukrosa (gula) biasanya digunakan untuk membuat etanol. Dalam skala industri, sukrosa tidak mungkin bisa digunakan sebagai bahan baku. Penghalusan glukosa memerlukan waktu yang lama jika hanya untuk digunakan dalam fermentasi. Meski demikian tidak ada salahnya untuk menjadikan gula tebu asli sebagai bahan baku dalam proses fermentasi.
Tahap pertama dalam proses fermentasi adalah penguraian karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat yang lebih sederhana.
Sebagai contoh, jika bahan baku yang digunakanan adalah pati dalam biji-bijian seperti gandum atau beras, maka bahan baku ini dipanaskan dengan air panas untuk mengekstrak pati dan selanjutnya dipanaskan dengan malat. Malat adalah beras berkecambah yang mengandung enzim yang dapat menguraikan pati menjadi karbohidrat yang lebih sederhana, yang disebut sebagai maltosa, C12H22O11.
Maltosa memiliki rumus molekul yang sama seperti sukrosa tetapi mengandung dua unit glukosa yang saling mengikat, sedangkan sukrosa mengandung satu unit glukosa dan satu unit fruktosa.
Ragi kemudian dimasukkan dan campuran dibiarkan hangat (sekitar 35°C) selama beberapa hari sampai fermentasi berlangsung sempurna. Udara tidak dibiarkan masuk ke dalam campuran untuk mencegah terjadinya oksidasi etanol yang dihasilkan menjadi asam etanoat (asam cuka).
Enzim-enzim dalam ragi pertama-tama mengubah karbohidrat seperti maltosa atau sukrosa menjadi karbohidrat yang lebih sederhana seperti glukosa dan fruktosa, keduanya C6H12O6, dan kemudian mengubah karbohidrat sederhana tersebut menjadi etanol dan karbon dioksida.
Perubahan ini bisa ditunjukkan sebagai persamaan-persamaan reaksi kimia sederhana, meski aspek biokimia dari reaksi-reaksi ini jauh lebih rumit.
![]()
![]()
![]()
![]()
Ragi dimatikan oleh etanol dengan konsentrasi berlebih sekiar 15%, dan ini membatasi kemurnian etanol yang bisa dihasilkan. Etanol dipisahkan dari campuran dengan metode distilasi fraksional untuk menghasilkan 96% etanol murni.
Secara teori, 4% air yang terakhir tersisa tidak bisa dihilangkan dengan metode distilasi fraksional.
Perbandingan metode fermentasi dengan hidrasi langsung etena
| Fermentasi | Hidrasi etena | |
|---|---|---|
| Jenis proses | Proses berkelompok. Semua bahan dimasukkan ke dalam sebuah wadah dan kemudian dibiarkan sampai fermentasi selesai. Kumpulan bahan ini kemudian dikeluarkan dan sebuah reaksi baru dilangsungkan. Proses ini tidak efisien. | Proses aliran kontinyu. Aliran pereaksi dilewatkan secara terus menerus diatas sebuah katalis. Cara ini lebih efisien. |
| Laju reaksi | Sangat lambat. | Sangat cepat. |
| Kualitas produk | Menghasilkan etanol yang sangat tidak murni dan memerlukan pengolahan lebih lanjut | Menghasilkan etanol yang jauh lebih murni. |
| Kondisi-kondisi reaksi | Menggunakan suhu dan tekanan udara yang sedang. | Menggunakan suhu dan tekanan tinggi, sehingga memerlukan banyak input energi. |
| Penggunaan bahan baku | Menggunakan bahan baku yang terbaharukan dari material tanaman. | Menggunakan bahan baku terbatas dari minyak mentah. |
Filed under: Uncategorized | 2 Komentar
JAKARTA, JUMAT - Membuat biofuel dalam hal ini etanol untuk mensubstitusi bahan bakar minyak khususnya premium ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Industri kecil skala rumahan pun bisa memproduksinya sendiri, syaratnya hanya ketekunan. Lebih menguntungkan lagi, biofuel ini bisa digunakan untuk campuran premium 5 – 10 persen.
Erliana Ginting dan Titik Sundari dari Pascapanen dan Pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Malang Departemen Pertanian mengungkapkan proses pembuatannya. Caranya, ubi kayu atau singkong yang segar dikupas kulitnya, dicuci lalu diparut. Selanjutnya dilikuifikasi atau ditambahkan enzim amilase dan dipanaskan hingga suhu 90 derajat celsiun selama 30 menit sambil terus diaduk.
Selanjutnya bubur ubi itu didinginkan, dan tambahkan enzim glukoamilase (atau istilah lain disakarifikasi) dan dipanaskan lagi hingga suhu 60 derajat Celsius selama 2 jam. Selanjutnya pada suhu 32 derajat Celsius, ditambahkan ragi. Kemudian difermentasi pada suhu kamar selama 72 jam. Langkah selanjutnya penyulingan, dengan pemanasan minimum 80 derajat celsius. Jadilah etanol dengan kadar 96 persen.
Agar kadar etanol bisa naik sampai 99,5 persen dan bisa digunakan untuk substitusi premium, perlu didehidrasi dengan teknologi molecular sieve.
Hermas Effendi Prabowo
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment
Bensin dari Rumput
Gizi.net – Kendala pengembangan energi alternatif adalah karena tak ada yang bersedia membangun pabrik pertama. Inginnya membangun pabrik kedua.
Berbagai celah dijajal, beragam rintangan dilabrak para peneliti guna menghasilkan energi alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM). Jika para ahli di Jepang belum lama mengklaim berhasil mencipta bahan bakar kendaraan (etanol) dari kotoran sapi, sebuah perusahaan Kanada melansir kabar yang tak kalah fantastis: melahirkan etanol dari limbah rumput.
Etanol adalah bahan bakar pengganti bensin atau gas. Hingga saat ini, khususnya di negara maju, produksi etanol sering terganjal biaya produksi yang kelewat mahal. Di Kanada sendiri jagung dan saripati gandum merupakan dua bahan baku etanol paling populer.
Etanol jenis ini di Negeri Kiwi sudah diproduksi dalam skala terbatas, namun terpaksa menemui jalan buntu. Sebab, “Harga jadinya malah lebih mahal dari gasolin (bensin),” terang Jim Easterly, seorang konsultan bioenergi di Washington, seperti dikutip National Geographic News, pekan lalu.
Ia menerangkan, untuk membuat etanol berbasis jagung dibutuhkan energi dan listrik yang tak sedikit guna membangkitkan boiler. Nah, energi ini diperoleh dari pasokan BBM. Seringkali, lanjut Easterly, jumlah etanol yang dihasilkan setara atau sedikit lebih kecil dari BBM yang dipasok untuk menggerakkan mesin. “Ini tidak ekonomis,” kata dia.
Enzim mujarab
Fakta ini menginspirasi Iogen Corporation, sebuah perusahaan bioteknologi asal Kanada, menenggelamkan diri dalam riset enzim dalam rumput. Mereka mengamati berbagai variasi enzim dan menelisik bagaimana enzim-enzim ini mempengaruhi serat rumput.
Enzim inilah –mereka tak menyebut namanya– awal mula temuan bahan bakar alternatif murah meriah itu. Dengan meneteskan enzim ini pada serta-serat rumput, maka dalam sekejap terciptalah etanol. “Prosesnya pun sederhana, seperti memasak,” kata Mandy Chepeka, juru bicara Iogen.
Pilihan mereka jatuh kepada limbah rumput (jerami) dari gandum. Setelah menambahkan enzim temuannya, jerami ini serta-merta disulap menjadi gula, dan lewat proses fermentasi dan destilasi, agar berubah menjadi etanol.
Produksi etanol lewat penambahan enzim ini menghasilkan produk sampingan bernama lignin, campuran polimer yang ditemukan secara alami pada kayu yang membentuk serat bersama. Nah, lignin yang dihasilkan dari limbah ini sekaligus dapat menjadi bahan bakar, seperti halnya batu bara untuk membangkitkan mesin pembuat etanol.
Inilah alasan tunggal, mengapa pembuatan etanol berbahan baku limbah jerami, dapat memotong pasokan BBM secara signifikan. Limbah tersebut, hebatnya, sekaligus berperan sebagai bahan bakar mesin. Ini berbeda dengan bahan baku jagung atau gandum yang haus BBM
Menurut Hosein Shapouri dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS), kandungan enzim ini merupakan berkah tersendiri, sebab pabrik tak memerlukan banyak energi fosil (BBM) untuk menjalankan mesin.
Tentu saja, lanjut Shapouri, ini menjadi potensi ekonomi yang tak terbayangkan, ketika para petani dapat memberdayakan sampah-sampah pertanian (termasuk jerami) menjadi bahan bakar.
Miskin investor
Sejauh ini Iogen telah memproduksi etanol berbasis rumput ini dalam skala kecil untuk pengguna lokal di Ottawa, Kanada. Namun, nasib etanol jenis ini agaknya bakal sama dengan aneka energi alternatif lainnya yang lahir di berbagai negara: sulit untuk dipasarkan dalam skala luas.
“Faktanya adalah seseorang harus membangun pabrik komersial pertama. Naasnya, tak ada yang mau melakukan itu. Mereka hanya ingin membangun pabrik komersial yang kedua. Tentu saja mereka akan belajar dari kesalahan pabrik pertama,” kata Shapouri memaparkan problem klasik pengembangan energi alternatif.
Namun, Jim Easterly memberi kabar berbeda. Menurut dia, melambungnya harga minyak dunia, suka tidak suka, menuntut berbagai pihak mengambil risiko. Risiko inilah yang diambil oleh sejumlah perusahaan besar –salah satunya raksasa minyak Belanda, Shell, untuk menanamkan investasi di Iogen. Mengutip seorang manajer investasi firma Goldman Sachs pekan lalu, Easterly mengungkap bahwa perusahaan itu telah menggelontorkan duit sekitar 30 juta dolar AS (Rp 300 miliar) untuk pengembangan etanol berbasis rumput.
Fakta Angka :
30 juta dolar AS Dana dari Shell untuk proyek pengembangan etanol dari rumput.
Etanol Singkong
Indonesia bukannya tak ikut nimbrung dalam upaya produksi etanol. Awal 1980-an, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah membangun pabrik percontohan pembuatan etanol di daerah transmigrasi Tulang Bawang, Lampung Utara. Bahan bakunya singkong.
Etanol diperoleh dengan cara menghancurkan singkong menjadi bubur. Bubur itu kemudian dipanaskan dengan uap air hingga suhu 95 derajat Celsius, ditambah enzim amilase agar menjadi gula. Gula lantas difermentasi dengan ragi, dan didestilasi untuk menghasilkan alkohol hingga 95 persen.
Pabrik ini berkapasitas 15 ribu liter per hari. Pasokan singkong yang diperlukan sekitar 100 ton per hari, yang diperoleh dari perkebunan seluas 40 ribu hektare yang diolah para transmigran.
Jika di Indonesia etanol belum menjadi bahan bakar utama kendaraan, di Brasil kendaraan beretanol sudah merajai jalanan. Di dunia, sudah ada tiga juta kendaraan etanol, dan Brasil penyumbang terbesar. Diikuti AS.
Etanol memang memiliki banyak kelebihan ketimbang bensin. Angka oktan etanol ketika menjadi bahan bakar kendaraan bermotor, tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan BBM. Ini berarti, kadar timbal (plumbum/Pb) lebih sedikit, sehingga lebih ramah lingkungan.
Yang jelas, etanol dapat memangkas subsidi pemerintah terhadap BBM. Brasil yang nyaris 25 tahun mengembangkan etanol mampu menghemat devisa senilai 1,8 miliar dolar AS pertahun. Di Brasil, etanol dibuat dari limbah tetes tebu pabrik gula. Indonesia sebetulnya memiliki potensi sumber bahan baku yang lebih variatif, tak kalah dari Brasil. (imy )
Republika Online – Rabu, 24 Mei 2006
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment
Saatnya Petani Jagung Bangkit
“Mari kawan kita semua, menanam jagung di kebun kita, ambil cangkulmu, ambil cangkulmu, kita menanam tak jemu-jemu”…… Itulah sepenggal syair lagu anak-anak karangan Ibu Sud, yang mengingatkan agar anak-anak tidak cepat melupakan petani dan suka berkebun.Setelah harga minyak dunia merangkak naik, berbagai pihak serta merta mencari bahan bakar alternatif sebagai pengganti minyak bumi yang mungkin tidak terkendali lagi. Dalam pencarian tersebut berbagai komoditas yang diteliti sebagai pengganti minyak bumi antara lain sawit, jarak pagar, molase, singkong, hingga jagung. Bahkan bagi sebagian petani, jagung masih dianggap sebagai makanan sebagian penduduk miskin dan makanan kelas dua.
Sejak Amerika Serikat (AS) mengeluarkan kajian baru tentang penggunaan jagung sebagai bahan baku etanol (Kompas 8/9) pada bulan Juli 2006, telah merubah pergeseran konsumsi jagung yang semula sebagai pakan ternak (80%) pada tahun 1960 menjadi konsumsi jagung sebagai bahan baku etanol (51%) pada tahun 2006. Penelitian BPPT telah mengujicobakan Bio-etanol (BE10) terhadap kendaraan dan hasil nya cukup baik serta tidak menimbulkan kendala yang berarti (Kompas 25/10/2005) . Kalau Indonesia rata-rata per harinya memerlukan 158.900 kiloliter minyak, berarti kebutuhan etanol perharinya mencapai 15.890 kiloliter. Peluang inilah yang perlu diantisipasi oleh semua pihak, agar kebutuhan jagung dalam negeri yang semakin melonjak dapat dicukupi oleh petani. Padahal untuk memenuhi kebutuhan pabrik pakan ternak saja, Indonesia masih mengimpor satu juga ton jagung per tahun. Kebutuhan jagung Indonesia akan semakin besar setelah pabrik etanol yang menggunakan bahan baku jagung beroperasi.
Berkaitan dengan upaya meningkatkan produksi jagung, Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan inovasi teknologi budidaya dan berbagai benih unggul jagung. Budidaya jagung tidak terlalu rumit dan tidak memerlukan pemeliharaan yang sulit dibandingkan dengan menanam padi. Umumnya petani jagung tidak menjumpai kendala yang berarti. Jagung juga bisa ditanam di lahan-lahan marginal dan tidak memerlukan pengairan teknis. Beberapa benih unggul jagung yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian antara lain varietas Semar-1 s/d Semar-10; Bima-1, Lemuru, Lagaligo, Kresna, Bisma dan Gumarang.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment
MinergyNews.Com, Jakarta–Untuk mengembangkan sumber energi alternative lainnya, pemerintah saat ini sedang gencar meng-kampanyekan minyak jarak. Padahal selain itu, masih banyak tanaman lainnya yang dapat dijadkan bio-ethanol, seperti tetes tebu, singkong, jagung dan sebagainya.Menurut Kepala Balai Besar Teknologi Pati BPPT, Agus Eko Tjahjono, diantara tanaman lain seperti ubi kayu, ubi jalar, sagu dan tetes tebu, jumlah hasil bioetanol yang dihasilkan jagung ternyata lebih besar.
Untuk 1 ton ubi kayu, paparnya, dapat dihasilkan sekitar 166,6 liter bioetanol, dengan berat yang sama ubi jalar menghasilkan 125 liter, sagu (90 liter) dan tetes tebu sekitar 250 liter. Namun untuk satu ton jagung, akan dihasilkan sekitar 400 liter bioetanol. “Dari jagung dapat dibuat etanol 99,5 % atau fuel grade ethanol (FGE) yang dapat digunakan untuk campuran gasohol,” katanya hari ini (23/2) di Jakarta.
Bio-etanol atau etanol dari tanaman memiliki beberapa kelebihan, jelasnya, seperti tingkat emisi rendah, ramah lingkungan dan hasil pembakarannya yang berupa CO2 sangat dibutuhkan untuk tanaman berkembang. “Hany saja, energi ini belum dapat sepenuhnya menggantikan BBM yang ada. Ia baru bisa dijadikan sebagai campuran saja. Mungkin komposisinya 40 persen bio-etanol dan 60 persen BBM,” jelas Agus.
Yang jelas, campuran bioetanol dan bensin dengan kadar bioetanol sekitar 25 persen dari volume, mesin kendaraan tak usah dimodifikasi. Campuran ini dikenal dengan sebutan gasohol.
Di dunia, negara yang paling banyak memproduksi etanol adalah Brazil yaitu sekitar 16,5 juta kilo liter pada tahun lalu. Disusul kemudian oleh AS (15), Uni Eropa (3,5) dan China (3). Sementara lainnya, seperti Canada, America Latin, Afrika, Jepang dan Korea total produksinya hanya sekitar 4 juta liter per tahun.
Di Indonesia, produksi bio-etanol baru sekitar 177 ribu kilo liter per tahun. Produksi bio-etanol itu menggunakan bahan baku tetes tebu dengan jumlah 650 ribu ton per tahun. Bio-etanol yang dihasilkan adalah technical grade dan raw spirit dengan kadar 95-96 %.
Padahal jika menggunakan jagung akan diperoleh etanol kadar 99,5% atau disebut fuel grade etanol (FGE).
Agus menghitung, untuk memproduksi FGE diperlukan biaya sekitar Rp 3.334 per liter. Angka ini jauh lebih murah dibanding BBM. Sedangkan untuk membangun pabrik bio-etanol dengan kapasitas 60 kiloliter per hari diperlukan sekitar 11 juta dollar AS.
Sementara itu, Asean Business Manager PT DuPont Indonesia, Andy Gumala mengatakan, potensi jagung di Indonesia sangat besar dan memiliki multi manfaat. “Selama ini jagung banyak dimanfaatkan untuk pakan ternak. Padahal produk ini juga bisa dijadikan bio-etanol seperti yang sudah dilakukan di Amerika Serikat.”
Sebagai produsen jagung, PT DuPont Indonesia melihat beberapa provinsi yang memiliki potensi sebagai penghasil jagung yang besar, seperti Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Jika potensi daerah ini dapat dimanfaatkan, selain dapat mengangkat ekonomi para petani jagung, Indonesia juga dapat memproduksi campuran bahan baker dari bio-etanol,” ujar Andy.
Andy memproyeksikan, jika sumsi etanol akan menggantikan 10% dari kebutuhan BBM dalam negeri yang mencapai sekitar 60 juta kiloliter per tahun, maka diperlukan 6 juta x 2,4 ton jagung yang berarti 14,4 juta ton jagung atau setara dengan 3 juta hektar lahan tanaman jagung yang dibutuhkan. (MNC-6)
Filed under: Teknologi | 3 Komentar
Nenek Moyangku
Aku dilahirkan di dusun Sugihwaras desa Babadan Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk. Bapakku H. Sholeh, ibuku Hj Nurhayati. Keduanya menikah dengan status duda dan janda. Aku tumbuh dalam lingkungan pedesaan yang penuh dengan susasana pedesaannya. Sawah, kebun, ladang dan berbagai hal yang berkaitan dengan pertanian mewarnai hidupku. Bapak Ibuku berprofesi sebagai petani begitu pula dengan nenek moyangku. Tidak ada yang keturunan kyai.
Ayah
Nama ayahku sebenarnya Marzuki, lahir pd tahun 1929. Namun setelah naik haji yang pertama (1955) namanya berubah menjadi Sholeh, so orang orang memanggilnya H. Sholeh. Nama ayahnya ( kakekku) H. Syafii. Berikut ini saudara saudara ayah.
-
H. Misbah (meninggal dunia)
-
Anshor (meninggal dunia)
-
Siti( aku memanggilnya mbah dok H. wahab)
-
ayahku.
-
Abdul Mukti (meninggal dunia)
Waktu kelas 2 SR, ayahku diminta keluar dari sekolah untuk di masukkan pondok pesantren. kata kakekku jika ikut sekolah umum terus akan jadi lacut “sebuah istilah untuk orang yang nggak mau sholat ”. Selalu berpindah pindah pondok adalah kebiasaan bapakku, mulai di Jampes kediri, lirboyo, pondok pesantren di kemaduh. Nggak tahu sebabnya, tapi kata ibuku ia selalu mbok -mboken( istilah untuk orang yang sering rindu kepada ibunya), bukan karena ia haus ilmu. Semasa muda kurasa ia begitu bahagia, benar-benar menikmati masa muda jaman dulu. Main mercon( petasan), Sowangan( layang-layang yang mengeluarkan bunyi), Senapan burung (masih menggunakan tenaga pegas bukan angin). Sampek sampek waktu aku bersilaturrahim ke teman- temannya, mereka selalu mengatakan bahwa mercon yang paling kondang adalah mercon ayahku karena ukurannya sangat besar terbuat dari pohon kelapa yang dibelah dua. Maklum,kakekku waktu itu benar benar memanjakan anaknya. Tidak seperti aku, yang tidak dimanja, tapi selalu dididik untuk bersikap dewasa (ceile), tidak pernah diberi kesempatan untuk bermain mercon, bahkan untuk meminta sebuah mainanpun aku merasa sungkan. Karena kesukaannya dengan mesin dan peralatan teknis, ia punya keahlian memperbaiki arloji, yang akhirnya ia jadikan sebagai profesi sampingan sebagai tukang arloji/tukang jam. Saat itu jam tangan merupakan barang mewah, terutama yang automatic. So dengan profesi sbg tukang jam, gajinya per bulan jauh lebih dari PNS pada masa itu. Profesi ini berakhir hingga umur 65-an karena selain penyakit ambien yang mengancam, juga karena kesenangan bapak menikmati hidup sebagai petani. Mesin diesel, pompa air, traktor, vespa adalah mesin mesin yang pernah ia bongkar dan modifikasi. Kesukaannya terhadap hal hal yang berbau teknis mengalahkan segalanya. salah satunya Alarm pencurian yang berbunyi saat orang membuka pintu di waktu malam hari. Karena kesukaannya itu ia jarang bergaul dengan orang-orang, lebih suka berkutat dengan mesin daripada bertemu orang (berlawanan dengan sifat ibuku). Keinginan untuk mempunyai anak laki-laki terkabul setelah naik haji yang kedua bersama ibuku. Kata orang-orang berdoalah di maqom mustajabah agar keinginanmu terkabul. Ya, akhirnya terkabul juga keinginan punya anak laki-laki setelah 3 kali perempuan semua. Dibandingkan dengan saudaranya, bapak merupakan anak yang paling berbakti kepada ortunya, sbg imbalan rasa kasih sayang orang tua, ia diberi kesempatan naik haji yang pertama pada tahun 1955.
H. Syafii
Beliau adalah ayah dari bapakku. Ayahnya ( buyutku) namanya KromoSemito. Sebelum naik haji namanya Sarpan. Selain berprofesi sebagai seorang petani beliau juga berdagang minyak goreng yang terbuat dari kelapa yang dipanen dari kebun. Sedangkan istrinya Hj. Aminah punya sampingan membuat batik yang didapat secara turun temurun dari keluarganya. ( Hj. Ali). Kakekku umurnya 110 tahun, sedang nenek 85 tahun. kakek meninggal tahun 1970, nenek 1.5 tahun sebelumnya. Jadi kira kira kakekku lahir 1860 sedang nenek 1883. Diantara saudara-saudaranya, ia paling suka dengan masalah agama, ia suka mengaji dan mondok. Maklum ayahnya ( Kromosemito) adalah orang yang masih percaya dengan hal hal yang berbau Budha/ hindu. Kesenangannya dalam menulis buku dan mengaji ia tuangkan ke dalam sebuah buku yang sampai sekarang kami rawat. Ditulis dengan huruf arab, dengan tinta yang dicampur dengan getah pohon klampis dan ditulis pada kertas yang agak tebal. Yang berisi dengan do’a-do’a, tanda tanda alam dsb. kami sekeluarga menyebutnya primbon. Di sela sela aktifitasnya sebagai pedagang dan petani beliau juga aktif dalam acara Thoriqoh yang beliau ikuti setiap minggu. Pada tahun 1925 beliau bersama istrinya naik haji ke Makkah dengan naik Kapal laut memakan waktu 2 bulanan. Saat itu yang mengkoordinir perjalanan Indonesia Mekah adalah pemerintah Belanda. Jangan dibayangkan perjalanan haji saat itu seperti sekarang. perjalanan Makkah- Madinah (+/- 400 km, hehehe jakarta -surabaya kali) ditempuh dengan naik unta seperti halnya jaman Nabi. Kadang juga dihadang oleh perampok. Wah pokoknya berat banget deh saat itu, total waktu perjalanan haji 6- 8 bulan.
Mungkin ini dulu cerita nenek moyangku dari keturunan bapak, nanti akan dilanjut dengan cerita tentang nenek moyangku dari keturunan ibu.
Kromosemito
Beliau adalah Buyut kami, ayah dari H. Syafi’i. Bearasal dari daerah timur(mojopahitan), datang membuka hutan belantara yang kemudian menjadi desa sugihwaras yang sekarang ini kami tinggali. Sebagai orang jawa asli, kepercayaan animisme dan dinamisme melekat kuat dalam dirinya. Umurnya kurang lebih 120 tahun.
H. Anwar
Beliau adalah ayah dari ibu, menikah dengan nenekku Hj.Mursam dikaruniai hanya seorang putri yaitu ibuku. Pernikahan ini adalah pernikahan kedua, setelah sebelumnya istrinya meninggal dunia waktu melahirkan anak yang kedua. Waktu ibu berumur 1 tahun, ia bercerai dengan nenek. Hal ini dikarenakan H. Harun(buyutku) waktu itu memarahi kakek karena tidak mampu Nglinggo( menata batu batu yang akan dibakar). Nenekku sangat sedih waktu itu, dia harus mengasuh dua putrinya ( yang satu dari perkawinan sebelumnya). Mungkin begitulah romantika hidup jaman dulu, karena proses nikahnya mudah, cerainya juga mudah. Berikut ini adalah anak anak dari H. Anwar
-
Yusuf (anak istri pertama)
-
Adnan (anak istri pertama)
-
Ibuku (anak istri kedua)
-
Toha Mahsun (anak istri ketiga)
-
St.Kalimah (anak istri ketiga)
-
Zahro’(anak istri ketiga)
-
… aku tidak hapal.
Ibuku mungkin tidak merasakan kasih sayang dari bapaknya, karena waktu umur satu tahun sudah ditinggal cerai ayahnya. Tapi kami sekeluarga masih menjalin tali silaturrahim dengan anak anak kakek. Dengan dua orang anak, nenek mengasuh putri putrinya, adik nenek ( H. Dailami dan H. Toha) begitu sayang kepada keduanya. kemudian nenek menikah lagi dengan H. Fatah yang punya seorang anak laki laki namanya samsul( aku memanggilnya Pak Sul). Beliau adalah orang memberi nama kepadaku HAYDHOR, yang aku sendiri kurang tahu maknanya. Sebagai pengamal sholawat Wahidiyyah, kakek dan nenek selalu aktif dalam acara yang diselenggarakan setiap bulan oleh pondok pesantren yang ada di dekatnya. Keduanya selalu menekankan kepadaku tentang pentingnya membayar zakat, shodaqoh dan membaca sholawat di manapun berada. Oh ya, keduanya juga bukan pegawai. Mereka adalah petani juga.
H. Harun
Beliau adalah ayah dari nenekku. Dengan ijasah HIS( sekolah SD jaman belanda), beliau bekerja di bag. Pegadaian. Namun karena tidak betah bekerja di sana (selalu diejek waktu puasa dan Sholat) ia memberanikan diri keluar dari Pegadaian dan pindah ke bagian kereta-api. Di tempat kerja yang baru ia juga tidak tahan karena setiap kali ada acara ledek/tandak ia selalu diundang, dan jika tidak hadir dimarahi atasan. Akhirnya ia keluar lagi dari kereta api dan memutuskan untuk bertani.Sebuah profesi yang menurut beliau lebih tenang dalam menjalankan kewajiban agama. Membayar Zakat, memberi shodaqoh, berhemat adalah ajaran yang selalu ditekankan kepada putra-putrinya. Karena merasakan pahitnya sebagai pegawai negara, ia berdo’a agar anak-anaknya tidak menjadi pegwai negara. ( hahahhaha) berikut ini anak-anak dari H. Harun
-
Hj mursam( nenekku)
-
H. Dailami
-
H. Toha
H. Harun sangat keras mendidik putra-putrinya.pondok pesantren adalah sekolah favorit buat mereka. Semua tidak mengenal sekolah umum. Kata beliau, jika masuk sekolah umum akan jadi orang yang “Lacut” seperti halnya pesan kakek H. syafii kepada putranya. Bahkan waktu itu untuk memakai pakaian olahraga, ibu harus sembunyi sembunyi agar tidak diketahui olehnya. Semua anak-anaknya berprofesi sebagai petani (mungkin karena doanya ya, heheheh). Bahkan, Karena kemajuan pertanian di desanya H. Toha pernah dikirim ke jepang oleh Departemen pertanian untuk meniru teknologi pertanian di jepang. Namun beliau meninggal saat aku berusia 1 tahunan. so aku nggak pernah tahu wajahnya, yang aku ingat ia pernah punya motor harley davidson.Sedang H. daelami aku kenal betul orangnya. begitu aku silaturrahim ke rumahnya aku selalu disambut dengan antusias, maklum dulu beliau begitu sayang kepada ibuku. Waktu aku ke sana aku selalu diajak bercerita tentang teknologi, hukum islam dan segala hal yang berbau pertanian. Namun saat ini beliau sudah meninggal dunia. Sebuah kenangan yang terindah waktu itu saat beliau pulang dari naik haji yang ketiga kalinya. Saat itu aku lagi ujian semester dan kemudian nenek mengantarku untuk minta do’a, alhamdulillah waktu semester itu aku mendapat IP semester cumlaude, meskipun do’anya waktu itu di kandang sapi( hehehehe, mungkin doa’anya diamini oleh sapi sapi)
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment
Cari
-
Blogroll